Kamis, 10 September 2015

Wae Rebo

Ada yang menarik dari kisah perjalanan kami menuju Wae Rebo, Pak Kuma, selaku koordinator kabupaten WAJAR 9 TAHUN DIKDAS, hampir jatuh pingsan sebanyak 4 kali. Wow....kejadian yang terjadi tidak sedikit jumlahnya, semua itu teratasi berkat semangat teman-teman setim,
Foto ini ketika saya dan teman-teman berada kurang lebih 500 meter dari kampung Denge.

Begini situasinya, ketika kita tiba di pos 1, kurang lebih 2 km dari kampung Denge menuju Wae Rebo.
Oh ia...ini yang lupa diposting, ini gambaran singkat medn menuju Wae Rebo sebelum tiba di Pos 1,
Ketika tiba di Pos 1, lelah diabaikan dulu, lansung minta salah satu anak sd untuk memfoto saya, hasilnya ini,,,,lelah disembunyikan......
Di tengah hutan rimba, masih sempat narsis......
Inilah pemandangan yang tampak ketika tiba di Pos 2, semua tak tersembunyikan......aseeeeeekkkkk.....

Background yang eksotik,,,,tidak kutemukan di  lain tempat, di sini, dan hanya di sini.....
Dalam perjalanan bertemu sepasang turis asing, minta foto dulu ah.......
Tiba di Pos 3, dari tempat ini mulai tampak bagian ujung dari Mbaru Niang Wae Rebo, ada yang menarik nih teman-teman, di tempat ini (Pos 3) terdapat gentongan, yang dalam bahasa setempat disebut Pepak. Pepak ini yang nantinya akan mengabarkan kepada warga Wae Rebo, bahwa akan kedatangan pengunjung yaitu dengan cara menggoyangkan pepak tersebut.
Saat tiba di Wae Rebo, kita lansung ke salah satu rumah niang, yakni rumah yang dijadikan rumah gendang atau Mbaru Tembong dalam bahasa setempatnya.
Suasana pagi Wae Rebo, sangat amat eksotik, suasaana langka di bumi Manggarai
Setiap momen tak pernah terlewatkan ketika berada di Wae Rebo hingga tiba saatnya kita pulang.......

Setelah meninggalkan Wae Rebo pada Hari Minggu, 19 Agustus 2015 pukul 08.00, kita lansung meluncur kembali ke Denge untuk melanjutkan ekspedisi menuju Pulau Mules...
Ada pemandangan menarik jauh di belakang saya, itu bocoran tampak Pulau Mules
Di atas perahu selepas dari Dintor menuju Pulau Mules,
Turun dari perahu, lansung menginjakan kaki di pantai Labuan Ntaur dengan manjaan pasir putih yang begitu indah, di belakang saya itu Pulau Flores Loh teman-teman, tepatnya kampung Kenjoruk.

Sampai  disini dulu ekspedisi kita sahabat.....merasa penasara, silahkan kunjungi lansaung Wae Rebo, rasakan sensasi hidup serba natural....dijamin pasti puas.....
Wae Rebo & Pulau Mules, 8-9 Agustus 2015.....